Jangan Tertipu Oleh Pikiranmu Sendiri

Tuesday, 13 September 2011 10:32
Print
There are no translations available.

Jangan Tertipu Oleh Pikiranmu Sendiri!

 

half empty glassMana yang anda lihat?
Ambillah gelas kosong, kemudian isi air setengahnya. Apa yang anda lihat? Sebagian mengatakan gelas tersebut setengah isi, tetapi sebagian lagi berpendapat setengah kosong. Mana yang benar?

 


Dua-duanya benar! Semua tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya.


Korzibsky (1879-1950) mengatakan "Map is not your territory". Apa yang kita alami di dunia ini adalah persepsi kita sendiri. Mengikuti psikologi kognitif (cognitive psychology), perilaku kita pun sangat tergantung apa yang kita persepsikan atau kita pikirkan. "You are what you are thinking". Demikian juga kalau kita mengikuti psikologi perilaku (behaviorism psychology), bentuk reaksi kita terhadap lingkungan sangat tergantung pada persepsi kita terhadap lingkungan tersebut. Dan, bentuk reaksinya, "There is nothing good or bad but thinking makes it so", William Shakespeare, Hamlet. Tidak ada yang bagus ataupun jelek, pikiran kitalah yang membuatnya demikian.


Mari kita angkat contoh di atas dalam suatu permasalahan. Suatu permasalahan dapat dikatakan susah atau mudah, tetapi pelakulah yang menentukan mudah atau susahnya. Tergantung sudut pandang orang yang mengalaminya. Seperti halnya jam kantor, bekerja "nine to five" adalah membosankan, tetapi ada juga yang mengatakan itu kurang.


Pikiran manusia memang luar biasa. Kita boleh mengagungkan pikiran kita untuk dapat berbuat segala hal, tetapi ingat, itu hanya suatu persepsi diri, bisa benar bisa tidak. Kita tidak pernah tahu kebenaran yang hakiki, hanya Allah SWT lah yang tahu. Seperti halnya, kita tidak pernah tahu luas alam semesta yg sebenarnya, kita hanya tahu seluas pikiran kita saja. Hanya Allah SWT yang tahu luas alam semesta yang sebenarnya.
Oleh karena itu, mulailah mengatur penggunaan pikiran dengan tepat, dan saya lebih prefer seperti yang telah diajarkan dalam agama. Karena dari situlah kita dapat "mengintip" suatu kebenaran yang nyata, kalau kita percaya.

NSK Nugroho, MCH, CHt

Last Updated on Tuesday, 13 September 2011 13:16